BERAT BADAN YANG SEIMBANG

19th Agustus 2016

BERAT BADAN YANG SEIMBANG DAN CARA MENGHITUNG BERAT BADAN YANG SEIMBANG

Berat badan yang seimbang adalah berat badan yang perbandingannya berat dan tingginya proporsional. Tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi. Kemarin telah di bahas tentang obesitas. Untuk mengetahui tentang obesitas kita juga harus mengerti dahulu seperti apa berat badan yang seimbang.  Sehingga dengan mengetahui  ukuran berat badan yang seimbang atau berat badan normal pembaca sekalian bisa mengerti ukuran masing – masing. Apakah tubuh anda mengalami obesitas atau memiliki berat badan yang seimbang dan seberapa besar bahayanya.

Ukuran berat badan yang seimbang atau normal di dasarkan atas rata- rata berat badan orang yang tinggi badannya berbeda. Dengan sendirinya orang yang memiliki tinggi badan yang lebih nilai berat badan yang seimbang juga lebih berat. Dan yang memilikitinggi badan lebih pendek hitungan berat badan yang seimbang juga lebih rendah. Dalam hal yang terkait dengan berat badan yang seimbang usia seseorang juga mempengaruhi masalah perbedaan ukuran.

Namun perlu di mengerti bahwa perlu kehati – hatian dalam melakukan pola hidup. Tidaklah baik menambah berat badan dalam usia yang semakin bertambah. Meskipun itu kelihatan seperti berat badan yang seimbang. Karena dengan menambah berat badan di usia yang semakin tua akan membuat organ tubuh bekerja semakin berat. Gambarannya seperti memberi kerja lembur pada seseorang yang sudah tua di mana organ tubuh sudah tidak kuat lagi karena sudah waktunya untuk istirahat.

Baca juga Proses Badan menjadi Gemuk

Perlu Bijaksana Dalam Menentukan Berat Badan Yang Seimbang

Dengan banyaknya faktor yang mempengaruhi terkait berat badan yang seimbang. Seperti usia, tinggi badan, jenis kelamin, dll maka sebenarnya tidak ada yang bisa tepat sempurna ukurannya. Namun berat badan yang seimbang di hitung berdasarkan rata – rata kebanyakan orang secara umum.

Akan menjadi suatu kebodohan apabila  menganjurkan seseorang untuk mengikuti diet dengan disiplin yang sangat ketat. Hanya untuk menyesuaikan ukuran  berat badan yang seimbang seperti yang di bicarakan. Orang yang berbadan langsing jangan sampai mencapai pada berat badan yang seimbang bagi orang yang berdada datar. Karena itu berarti terlalu kurus sebab terlalu kurus juga tidak baik buat kesehatan. Yang terpenting masuk pada angka rata – rata berat badan yang seimbang seperti pada aturan perhitungan yang telah di tentukan. Tidak terlalu rendah dan jangan sampai terlalu tinggi. Terlalu kurus tidak baik untuk kesehatan dan terlalu gemuk juga tidak baik untuk kesehatan. Yang terbaik adalah berada di antara keduanya yaitu berada pada angka berat badan yang seimbang.

Baca juga Cara Mudah Menurunkan Berat Badan

berat badan yang seimbang dan cara menghitungnya

berat badan yang seimbang dan cara menghitungnya

Jumlah Kalori Yang Di Butuhkan

Tidak dapat di pungkiri. Secara umum seseorang bertambah gemuk atau bertambah besar badannya karena mereka memasukkan kalori yang terlalu berlebih ke dalam tubuh mereka. Apabila jumlah kalori yang masuk lebih besar daripada jumlah kalori yang keluar. Maka sisanya akan menumpuk dalam tubuh dan meningkatkan berat badan. Bila terjadi terus menerus maka orang tersebut akan mengalami obesitas.

Energi dalam makanan di ukur dengan kalori. Satu kalori ialah ukuran panas yang di perlukan untuk meningkatkan suhu satu liter air satu derajat celcius. Jumlah kalori yang di butuhkan seseorang tidak sama antara satu orang dengan orang lain. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perbedaan tersebut. Faktor yang menyebabkan pebedaan kebutuhan kalori setiap orang paling tidak ada tiga hal yaitu :

  1. Perawakan dan berat badannya.
  2. Kegiatan tubuh.
  3. Faktor individu yang menentukan efektifitas penggunaan makanan dalam tubuh.

Untuk bisa mengontrol atau mengatur pola hidup dan pola makan harus memperhatikan ketiga faktor tersebut. Namun untuk dapat mengatasi ketiga faktor yang mempengaruhi kebutuhan sejumlah kalori dalam tubuh tersebut bukanlah hal yang mudah. Hampir tidak ada seseorang yang mampu mengatasi ketiga faktor tersebut. Sebagian dapat di atasi dan sebagian yang lain tidak bisa. Oleh karenanya mengontrol berat badan yang seimbang menjadi pekerjaan yang sulit bagi sebagian besar orang.

Baca juga Penyakit Jantung Koroner

Perbedaan Kebutuhan Kalori Setiap Orang

Perl bijaksana dalam menentukan metode mengontrol berat badan untuk seseorang. Kalori yang di butuhkan seseorang berbeda dari waktu – ke waktu. Apabila seseorang sedang beristirahat duduk dia hanya memerlukan kalori sebanyak 60 sampai 70 kalori per jam. Apabila sedang beraktifitas menggunakan otot seperti olah raga atau sedang melakukan pekerjaan yang melelahkan. Dia bisa menggunakan kalori 200 sampai 300 kalori perjam. Dalam keadaan melakukan pekerjaan yang sangat berat. Seseorang dapat menggunakan 1000 kalori perjam.

Lalu berapakah sebenarnya kalori yang di butuhkan seseorang setiap hari? Memang tidak ada angka yang pasti namun kebanyakan orang seraca umum memerlukan sekitar 2700 kalori per hari untuk berkatifitas. Angka itu bisa bertambah dan bisa berkurang tergantung kegiatan masing masing setiap harinya. Dan kebutuhan kalori antara satu orang dengan orang lain juga berbeda. Terkadang seseorang yang badannya kecil memerlukan jumlah kalori yang besar untuk memenuhi kebutuhan energinya. Dan sebaliknya tidak jarang orang yang badannya besar tidak butuh banyak makanan untuk mencukupi kebutuhan energinya. Untuk itu dalam menentukan aturan diet guna mendapatkan berat badan yang seimbang bagi setiap orang harusnya juga berbeda.

Baca Menurunkan Berat Badan Dengan Mudah

Pengukuran Berat Badan Yang Seimbang

Menghitung berat badan yang seimbang dengan metode Indeks Masa Tubuh ( IMT )

Metode untuk melakukan pengukuran berat badan yang seimbang pertama adalah IMT.  Metode ini paling banyak di gunakan untuk mengukur berat badan yang seimbang dan tingkat obesitas. Yaitu dengan memakai Body Mass Indeks (BMI). BMI ini di hitung dengan menggunakan perhitungan berat badan dalam kg di bagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter. Namun nilai yang di dapat dengan ukuran BMI ini tidak dapat tergantung dengan umur dan jenis kelamin. Sehingga dalam kasus tertentu penentuan berat badan yang seimbang dengan metode ini menjadi kurang efektif.

Metode mengukur berat badan yang seimbang dengan menggunakan BMI ini mempunyai keterbatasan. Yaitu tidak dapat di gunakan untuk menghitung berat badan yang seimbang bagi  anak – anak yang dalam masa pertumbuhan. Tidak dapat di gunakan untuk menghitung berat badan yang seibang bagi orang yang sedang dalam masa kehamilan. Dan juga tidak dapat di gunakan untuk menghitung berat badan yang seimbang bagi orang yang sangat berotot seperti olahragawan.

Namun metode menghitung berat badan yang seimbang dengan IMT ini sangat cocok untuk menentukan resiko penyakit. Yaitu untuk mengetahui dan menentukan seseorang dapat terkena resiko penyakit tertentu yang di sebabkan karena kelebihan berat badan. Seseorang akan di katakan obesitas ketika angka BMI mereka melebihi angka  berat badan yang seimbang yaitu melebihi angka 30. Dengan kata lain orang tersebut memiliki berat badan 20 % melebihi berat yang seharusnya dia miliki.  Untuk mengetahui seseorang terkena obesitas caranya sangat mudah.

Gunakan rumus ini :

IMT = BB (kg) / TB² (m²)

Keterangan
IMT = Indeks Masa Tubuh

BB = Berat Badan (kg)

TB = Tinggi badan (m)

Contoh

Untuk kisaran angka normal IMT adalah 18,5 kg/m² sampai dengan 22,9 kg/m². Melebihi ukuran angka tersebut berarti masuk golongan yang beresiko. Dan bila IMT yang di miliki melebihi angka 25 berarti masuk golongan obesitas. Sebagai contoh seseorang yang memiliki berat 70 kg dengan tinggi badan 160 cm. Maka IMT yang dia miliki adalah 70 kg / (1,6m)². Akan ketemu angka IMT 27,4 kg/m² yang berarti melebihi angka normal yang seharusnya ialah 18,5 sampai dengan 22,9. Atau berat badan yang normal berkisar antara 18,5 di kalikan 1.6² yaitu 47, 36kg sampai dengan 22,9 di kallikan 1,6² yaitu 58,524kg. Ini berarti orang tersebut di haruskan menurunkan berat badan sampai dengan kisaran berat badannya 47, 36kg sampai dengan 58,524kg agar mencapai berat  yang normal sesuai dengan nilai IMT 18,5 sampai dengan 22,9.

Menghitung berat badang yang seimbang dengan metode RLPP (Rasio Lingkar Pinggang dan Pinggul)

Metode IMT memang merupakan metode yang sangat efektif untuk mengukur tingkat obesitas. Namun IMT tidak menunjukkan distribusi timbunan lemak yang ada dalam tubuh. Cara yang dapat di gunakan untuk mengetahui timbunan lemak dalam tubuh ialah RLPP. Untuk itu jangan hanya mengukur berdasarkan berat badan saja. Cara yang di pakai untuk mengetahui RLPP sangat mudah. Hanya dengan menggunakan meteran yang sering di pakai oleh penjahit untuk mengetahui ukuran badan. Meteran itu di gunakan untuk mengetahui ukuran tubuh tertentu. Sebagai patokan pinggang untuk laki laki berukuran sekitar 90 cm. Apabila lebih dari 90 cm merupakan tanda bahaya bagi seorang laki – laki karena timbunan lemak mulai banyak. Sedangkan untuk wanita sekitar 80 cm. Lebih dari itu merupakan tanda bahaya untuk segera menurunkan beratnya.

Untuk itu akan sangat baik bila dalam mengukur berat yang seimbang juga di sesuaikan dengan mengukur lingkar pinggang. Sehingga mendapatkan akurasi yang tepat terkait dengan berat badan yang seimbang.

Menghitung berat badan yang seimbang dengan metode Indeks Brocca

Cara atau metode untuk menghitung berat badan yang seimbang yang ketiga adalah dengan menggunakan indeks brocca. Namun menggunakan indeks brocca tidak dapat mencerminkan tingkat atau bahaya obesitas. Rumus yang di pakai untuk mengetahui indeks brocca adalah :

Indeks brocca =( BB / TB – 100 ) x 100%

BB = Berat Badan (kg)

TB = Tinggi Badan (cm)

Bila hasilnya :

90% – 110% = Berat badan Normal

110% – 120% = kelebihan berat badan

>120% = obesitas.

Sebagai contoh andi dengan tinggi badan 160 cm dan memiliki berat  70 kg. Maka IB / indeks Brocca yang di miliki andi (70/160-100) x 100% = 116.67. Yang berarti andi mengalami kelebihan berat badan dari yang seharusnya.

Indeks brocca juga bisa di gunakan untuk mengetahui berat badan yang seimbang atau ideal. Yang sering di sebut berat badan yang seimbang atau ideal di sini adalah indeks brocca dengan nilai 90%. Perhitungannya sangat mudah yaitu dengan menggunakan rumus yang tidak jauh berbeda.

BBI =( TB – 100) – 10% ( TB – 100)

Dengan menggunakan contoh yang di atas kita dapat menghitung berat badan yang seimbang untuk andi. Yaitu (160 – 100 – 10%(160 – 100) sehingga ketemu angka 60 – 6 sama dengan 54. Yang berarti berat badan yang seimbang yang seharusnya di milki andi adalah 54 kg.

Cukup sampai di sini pembahasan berat badan yang seimbang yang sangat baik untuk menjaga kesehatan. Semoga bisa memberikan banyak manfaat kepada setiap orang yang membacanya. Terima kasih

Baca juga artikel yang lain tentang obesitas.

Rp 35000
Rp 3500037500
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeJBK 02
Nama BarangJILBAB KAOS BAHAN TC
SRp 20000
MRp 25000
LRp 35000
XLRp 45000
XXLRp 60000
Lihat Detail »
Rp (hubungi cs)
Rp (hubungi cs)
Order Sekarang » SMS :
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeJBK 01
Nama BarangJILBAB BERGO
sRp 15.000
LRp 25.000
XLRp 30.000
XXLRp 35.000
Lihat Detail »
Keranjang>>